-
11 Sifat Pria Yang Disukai Wanita - (Bagian Pertama)
1. GOOD MOOD
Pernahkah anda bertemu seseorang yang TAK PEDULI
SEBERAPA FRUSTRASI nya dia, dia tetap menemukan
CARA untuk TERSENYUM dan GEMBIRA?
Seseorang yang berkata:
“yah memang susah, tapi bisa lah!”
atau
"wah ga tau nih apa jadinya! …tapi apapun yang terjadi
tetap JALAN!”
atau
“Ah hari ini gue dipecat! Senangnya bisa cari kerjaan baru!
nanti malam clubbing yuk? lu traktir ya! Gue kan
pengangguran!"
Dan pernahkah anda bertemu seseorang yang
SEBERAPA BERUNTUNGNYA DIA, ia SELALU SAJA
MENGELUH?
Seseorang yang berkata:
“AAARGH!!! Walaupun gaji naik, tetap aja jajan ga cukup!”
atau semacamnya?
Pada dasarnya, EMOSI itu MENULAR. Jika anda dapat
-
MEMANCARKAN emosi POSITIF layaknya TIDAK ADA
SATU HAL PUN yang dapat MERENGGUT
KEBAHAGIAAN anda, maka wanita akan lebih TERTARIK
dengan anda!
So BE HAPPY and STOP COMPLAINING! Apapun
halangan nya, anda dapat menangangi nya tanpa
keluhan. Pria yang selalu POSITIF menghadapi semua
HAL NEGATIF akan membuat wanita TERTARIK secara
INSTAN dengannya.
2. TIDAK BERUSAHA MENDAPAT SIMPATI WANITA
Hati-hati dalam "membanggakan" prestasi anda. Orang
yang INGIN MENDAPATKAN SIMPATI dari wanita
dengan cara MENONJOLKAN DIRI adalah orang yang
TIDAK MENARIK.
Bukankah jika ada orang yang terlalu membesar-besarkan
diri mereka didepan anda, anda malah ingin lari dari
mereka?
Hmmm…
Kebalikan nya, orang yang dapat menahan gejolak diri
untuk MEMAMERKAN prestasinya SEHEBAT APAPUN
ITU, akan dinilai sebagai orang yang “low profile” dan
mampu “stay in control". Lebih lanjut, jika anda diam dan
membiarkan orang lain yang mengangkat anda, disitulah
anda akan menjadi menarik secara INSTAN.
Ingat, untuk menjadi MENARIK, namun jangan berusaha
-
memamerkan “kemenarikan diri” anda kepada wanita
untuk mendapatkan simpatinya. Biarkan wanita melihat
“kemenarikan diri” anda dengan sendirinya tanpa harus
anda pamerkan.
3. TIDAK BERUSAHA MEMBERIKAN PENDAPAT
TERHADAP SETIAP MASALAH WANITA
Jika wanita curhat akan masalah nya kepada anda, itu
bukan berarti ia meminta pendapat anda. Ia hanya ingin
didengarkan dan merasakan EMPATI (rasa peduli) dari
anda akan masalahnya.
Kebanyakan Pria DENGAN SEGERA berkata “KAMU
SEHARUSNYA BEGINI dan BEGITU”, atau "SALAH TUH!
YANG BENER BEGINI" pada saat wanita curhat akan
masalahnya. Dan sudah dapat ditebak bahwa sang wanita
akan diam dan merasa TIDAK NYAMAN.
Jika wanita menceritakan masalahnya kepada anda,
tunjukanlah empati atau rasa peduli anda kepadanya
tanpa menghakimi atau memberikan pendapat anda
HINGGA ia bertanya kepada anda.
Sebuah riset membuktikan bahwa rata-rata
perselingkuhan yang terjadi di Amerika adalah karena
sang suami tidak lagi mendengarkan istrinya, yang
membuat istrinya selingkuh dengan Pria yang mau
mendengarkan keluh kesah nya tanpa menghakimi.
Coba anda pikirkan keadaan dimana anda sedang curhat
-
lalu teman anda memotong curhat anda lalu memberikan
pendapat kepada anda tanpa mendengarkan curhat anda
secara penuh… Bagaimana perasaan anda?
Pasti seperti ini : !%$&^^%**%$+_@~~*)))(*&^%$#!
4. MENGERTI SUDUT PANDANG WANITA
Steven R. Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly
Effective People memukul KEPALA saya dengan kalimat
"SEEK FIRST TO UNDERSTAND, THEN TO BE
UNDERSTOOD!" dalam bahasa indonesia,
"MENGERTILAH ORANG TERLEBIH DAHULU,
BARULAH MEREKA AKAN MENGERTI ANDA”
Kebanyakan yang dilakukan Pria adalah MAU
DIMENGERTI WANITA, baru MAU MENGERTI WANITA.
Dan apa yang biasanya terjadi? Sudah tentu KONFLIK.
Kenapa konflik? Karena kedua belah pihak mau
dimengerti namun tidak ada yang mau saling mengerti!
Bayangkan anda BERDEBAT dengan seseorang tentang
warna sebuah mobil. Anda berkata "MOBIL ITU WARNA
HITAM!”, sedangkan lawan bicara anda berkata "LU
BUTA YA? ITU WARNA HIJAU!”.
Lalu anda berkata lagi “Ada juga LU YANG BUTA!
Mobilnya warna HITAM!” dan perdebatan terus
berlangsung.
-
Lalu mana yang benar? hitam atau hijau? Ternyata,
kedua-duanya BENAR! Mobil tersebut memang sengaja
dicat 2 warna berbeda.
Anda melihat SISI KIRI mobil yang warnanya HITAM,
sedangkan lawan bicara anda melihat SISI KANAN mobil
yang warnanya HIJAU.
Nah, akankah ANDA DIMENGERTI oleh lawan bicara
anda jika anda tidak TERLEBIH DULU mau mengerti
lawan bicara anda dengan menghampirinya, melihat dari
sudut pandang nya, dan akhirnya SEPENDAPAT dengan
nya bahwa mobil tersebut berwarna hijau?
YA SUDAH TENTU!
Setelah anda setuju bahwa mobil tersebut warna hijau,
bukankah MUDAH bagi anda untuk MENGAJAK lawan
bicara anda untuk datang ke sisi KIRI dan membuatnya
SETUJU bahwa mobil tersebut JUGA berwarna HITAM?
Contoh sederhana diatas MENGGAMBARKAN bahwa jika
anda MAU MENGERTI, anda juga akan DIMENGERTI.
Dalam konsep saya, hal tersebut disebut KALIBRASI,
yaitu keadaan dimana seorang Pria belajar untuk
MENGAMATI dan MENGERTI *TINDAKAN APA* dan
*KAPAN IA HARUS MELAKUKAN TINDAKAN
TERSEBUT* pada saat ia berhadapan dengan wanita .
Dengan melakukan KALIBRASI (atau tindakan untuk
lebih dulu mengerti wanita), maka anda akan TAU kapan
-
waktu yang tepat untuk menelpon wanita, kapan harus
bercanda, kapan harus serius, kapan harus maju dan
kapan harus mundur, dan banyak lagi.
Ingat bahwa untuk dapat dimengerti wanita, anda harus
terlebih dulu mengerti wanita.
5. PRO AKTIF
PRO-AKTIF adalah KEBALIKAN dari RE-AKTIF.
PRO-AKTIF adalah tindakan dimana anda memiliki
INISIATIF untuk melakukan sesuatu TANPA HARUS
DIDORONG-DORONG.
RE-AKTIF adalah tindakan dimana untuk melakukan
sesuatu, anda HARUS DIDORONG-DORONG.
Jika anda RE-AKTIF, anda akan dilihat sebagai orang
PASIF dan KURANG MENARIK.
Jika anda PRO-AKTIF dan memiliki INISIATIF untuk
melakukan sesuatu TANPA harus didorong-dorong, maka
anda akan jauh-jauh lebih menarik dimata wanita.
Dasyatnya, andapun juga dapat menjadi PENDORONG
dan PENYEMANGAT orang-orang yang RE-AKTIF, yang
nantinya akan MENGIKUTI anda, karena tanpa anda,
mereka TIDAK DAPAT BERGERAK.
-
Disitulah anda akan mendapatkan STATUS seorang
PEMIMPIN.
Bukankah sikap
kepemimpinan adalah sifat yang MENARIK bagi wanita? Hmmm… Oleh karena itu, jadilah Pria yang PRO-AKTIF. Namun perlu di’ingat bahwa tindakan “sok sibuk” didepan wanita demi menunjukan sifat PRO-AKTIF anda TIDAK AKAN PERNAH BERHASIL. Jadiah PRO-AKTIF karena anda pro-aktif. Jangan gunakan sifat pro-aktif anda untuk mencari-cari simpati wanita, melainkan untuk membangun diri anda menjadi Pria yang lebih baik, dan membantu sesama. Dengan begitu, wanita melihat sifat pro-aktif anda sebagai sifat yang anda gunakan untuk hal-hal yang berguna, bukan untuk cari-cari simpati. Ingat, PRAKTEKLAH yang membuat anda menjadi pria sejati 6. MELIHAT “THE BEST”, BUKAN “THE BAD” Manusia pada umumnya *secara OTOMATIS* cenderung mengingat KEBURUKAN orang lain dibandingkan KEBAIKAN nya. -
Tidak percaya?
Coba pikirkan seseorang yang anda kenal selain wanita
yang anda sukai.
Saya berikan anda 3 detik untuk mengingat kesalahan-
kesalahan yang pernah ia buat kepada anda!
1.. 2.. 3..
Nah sekarang, saya berikan anda 3 detik untuk mengingat
kebaikan-kebaikan yang pernah ia buat kepada anda!
1.. 2.. 3..
Nah… bukankah anda LEBIH CEPAT INGAT kesalahan-
kesalahan dibandingkan kebaikan orang tersebut?
Aneh bukan?
Seperti pepatah lama mengatakan:
“1 kesalahan dapat membutakan 10 kebenaran“.
Bukan hanya anda, coba lihat sekeliling anda... Bukankah
itu yang terjadi?
Manusia cenderung membicarakan SEGELINTIR
KESALAHAN dibandingkan JUTAAN KEBAIKAN.
Parahnya, banyak Pria justru menjelek-jelekan orang lain
dan meninggikan diri didepan wanita agar dirinya tampak
-
“COOL”.
Pria yang disukai wanita SADAR dan MENGERTI akan
hal ini. Ia lebih suka membicarakan SATU KEBAIKAN
dibandingkan RIBUAN KESALAHAN orang lain didepan
wanita.
Pria yang disukai wanita dapat melihat YANG TERBAIK
dibalik RIBUAN KEBURUKAN dalam diri orang lain.
Contoh sederhananya dapat anda temui dalam 2 cara
orang tua dalam mendidik anaknya.
Ada orang tua yang selalu menyalahkan KESALAHAN
yang dibuat anaknya. Cara yang ia gunakan untuk
membuat anaknya menjadi lebih baik adalah dengan
MEMBICARAKAN KESALAHAN anak tersebut terus-
menerus dan MEMAKSA anak tersebut untuk menjadi
lebih baik.
Lalu apakah sang anak menjadi lebih baik?
YA, namun karena ia TAKUT dan TERPAKSA.
Sudah dapat dipastikan sang anak akan memiliki trauma,
depresi, dan hubungan sang anak dengan orang tuanya
tidak akan harmonis.
Lalu bagaimana dengan orang tua yang memiliki cara
yang berbeda?
-
Sudah tentu dengan melihat THE BEST, bukan THE BAD.
Ia akan mencari SEMUA KEBAIKAN dan TALENTA yang
dimiliki anaknya lalu MEMOTIVASI dan MEM-FASILITASI
sang anak dengan MENUNJUKAN SISI TERBAIK
anaknya.
Sudah tentu sang anak akan maju karena ia
TERMOTIVASI SENDIRI dan BUKAN KARENA
PAKSAAN dan BEBAN BATIN.
PLUS hubungan sang anak dan orang tuanya dapat
dipastikan HARMONIS.
Coba tanyakan kepada diri anda sendiri… Apakah anda
kerap MELIHAT dan MEMBICARAKAN KEBURUKAN
orang lain, atau anda MENUNJUKAN TALENTA,
KELEBIHAN dan SISI THE BEST dari orang lain?
Jika anda masih melihat dan membicarakan “THE BAD”
dalam diri orang lain dihadapan wanita, segeralah melihat
dan membicarakan sisi “THE BEST” dalam diri orang lain,
dan anda akan rasakan PERUBAHAN RESPON yang
SANGAT SIGNIFIKAN dari wanita yang mendengarkan
anda.
Ingat, See THE BEST, bukan THE BAD.
7. TAU KAPAN HARUS SERIUS, KAPAN HARUS
BERCANDA
Banyak Pria TERLALU SERIUS atau TERLALU BANYAK
BERCANDA.
Jika anda orang yang TERLALU SERIUS, maka wanita
akan merasa BOSAN dengan anda karena perbincangan
anda dengan nya tidak mengandung EMOSI untuk daoat
mendekatkan anda dengan nya.
Dilain sisi, jika anda TERLALU SERING BERCANDA,
maka wanita akan TERTARIK dengan anda NAMUN
lambat laun ia akan merendahkan anda dan menganggap
anda sebagai badut karena anda tidak dapat melakukan
apapun selain bercanda.
Jika anda ingin disukai wanita, anda harus dapat
MENGIMBANGI *KAPAN* harus SERIUS, dan kapan
harus BERCANDA.
Ingat bahwa TERLALU SERIUS akan menyebabkan
KEBOSANAN, TERLALU BANYAK BERCANDA anda
akan DIRENDAHKAN.
11 Cara ini tidak hanya berlaku buat wanita saja. Tapi juga
bisa untuk membuat agar disukai banyak orang. Dan
saya berani jamin, It's Work !
Berikut 11 Cara Supaya Banyak Orang Menyukai Anda :
Jika anda pengunjung baru silahkan baca:
-Cara No. 1~4 11 Sifat Pria Yang Disukai Wanita
-Cara No. 5~7 11 Ciri-Ciri Untuk Menjadi Pria Sejati
-
8. MENGHADAPI KRITIK DENGAN BIJAKSANA
Ada kalanya kita menghadapi kritikan dari orang lain. Dan
kebanyakan orang menghadapinya dengan penuh emosi
yang akhirnya berujung konflik. Padahal figur yang disukai
banyak orang adalah orang yang bisa menghadapi Kritik
dan Debat tanpa harus berujung konflik
Lalu Bagaimana Caranya?
Sangat Mudah!
Jika ada orang yang sengaja maupun tidak sengaja
mengkritik anda didepan wanita, anda cukup dengan
TENANG dan COOL menjawab kritiknya dengan
“ok, saya terima masukan anda dan saya akan pikirkan
hal tersebut. Terimakasih”
Dengan begitu, anda tidak akan BERLARUT-LARUT
dalam mendiskusikan kritik yang pada dasarnya tidak
penting.
Orang yang mengkritik andapun tidak punya ALASAN
untuk marah atau debat dengan anda karena tidak
menyinggung perasaan sang pengkritik.
Stay Cool dalam menghadapi kritik orang lain ok...
-
9. KURANGI KRITIK, TINGKATKAN INTROSPEKSI
Jika pada karakteristik ke delapan saya membicarakan
tentang menghadapi kritik, pada karakteristik kesembilan
ini saya akan membicarakan tentang mengurangi kritik
yang anda berikan kepada orang lain, dan merubahnya
menjadi INTROSPEKSI diri.
Mengapa intropeksi itu penting?
Karena banyak orang LUPA DIRI untuk becermin melihat
dirinya sendiri dan hanya banyak bicara lalu
MENGKRITIK.
Bayangkan jika ada orang lain yang mengatakan “MUKA
LU JELEK BANGET MEN!”. Respon pertama anda
pastilah MARAH dan MENG-KRITIK BALIK orang tersebut
bukan?
Anda akan kehilangan “Cool” anda jika anda marah dan
mengkritik orang tsb.
Hal sehat yang seharusnya anda lakukan saat ada orang
yang mengatakan “MUKA LU JELEK BANGET MEN!”
adalah BERCERMIN dan lihatlah wajah anda. Jika
ternyata muka anda memang jelek, karena ada BANYAK
DEBU HITAM yang menempel diwajah anda, maka anda
hanya perlu membersihkan debu tersebut dan
berterimakasih pada orang yang mengatakan WAJAH
ANDA JELEK karena ia sebenarnya bermaksud baik
kepada anda.
Pria yang disukai setiap orang adalah orang yang
melakukan 80% introspeksi diri, dan 20% kritik.
Lihatlah diri anda terlebih dahulu sebelum anda mengkritik
orang lain.
10. HANGAT DAN PENASARAN
Coba perhatikan orang yang Mudah Bergaul.
Hal pertama yang menarik dari mereka adalah mereka
dapat memberikan KESAN HANGAT pada saat pertama
kali anda bertemu mereka.
Mereka Ramah, Terbuka, namun sepertinya juga agak
jaga jarak yang membuat anda merasa dekat sekaligus
MENGHORMATI mereka.
Kesan hangat adalah salah satu daya tarik tertentu bagi
Pria yang disukai banyak orang.
Tidak hanya itu, mereka juga dapat membuat sebuah
perbincangan normal menjadi sangat seru.
Lucunya, mereka hanya menjadi orang yang sangat
penasaran akan diri anda dan menghujani anda dengan
banyak pertanyaan-pertanyaan PRIBADI.
-
Nah sekarang saya tanya kepada anda:
"Topik apa yang SERU bagi anda?"
Sudah tentu apapun tentang diri anda bukan?
Jika anda suka BOLA, maka jika ada orang lain bertanya
kepada anda tentang BOLA, maka anda akan OTOMATIS
tertarik untuk menjawab nya bukan?
Kehangatan dan Rasa Penasaran yang asli (genuine)
dapat membuat anda menjadi Pria yang Menarik.
Cobalah untuk menjadi LEBIH HANGAT dan
PENASARAN pada saat anda ber-interaksi dengan
semua orang. Tanyakan hobinya, makanan favoritnya,
ataupun film kesukaan nya.
Jika dia menjawab dengan hal-hal yang anda tidak
mengerti, maka disitulah kesempatan anda untuk LEBIH
PENASARAN lagi.
Orang tersebut akan dengan sukacita akan bercerita
kepada anda karena ia SUKA membicarakan dirinya
sendiri.
Bahkan lebih baik lagi, anda dapat menemukan “THE
BEST” dalam dirinya dan membuatnya lebih dekat kepada
anda.
- 11. BANGUN LINGKUNGAN ORANG-ORANG POSITIF Lingkungan mempengaruhi cara berfikir dan cara anda bertindak. Lingkungan yang salah akan membawa anda kepada hal-hal yang salah. Jika anda berkumpul dengan para musisi, lambat laun anda akan dapat bermain musik. Jika anda berkumpul dengan para tukang nongkrong, lambat laun anda akan menjadi pecandu narkoba. Itu sudah hukum alam. Oleh karena itu, jika anda ingin menjadi Pria yang menarik bagi setiap orang, berkumpulah dengan lingkungan yang dipenuhi orang-orang yang menarik, maka dengan sendirinya anda akan menjadi Pria yang menarik. +++ PENUTUP, Membaca saja tidak cukup! Segera lakukan semua yang tertulis dan GABUNGKAN semua karakteristik ini menjadi bagian dari dalam diri anda. Selamat menikmati perubahan!
Rabu, 24 September 2014
sifat pria yang disukai wanita
Bullying Di Sekolah, Cara Pencegahan dan Penanganannya
Bullying Di Sekolah, Cara Pencegahan dan Penanganannya
Penindasan di sekolah atau Bullying adalah
penggunaan kekerasan atau paksaan untuk menyalahgunakan atau
mengintimidasi anak lain. Perilaku ini dapat merupakan suatu kebiasaan
dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini
dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau
paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu,
mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan.
Sebenarnya bullying tidak hanya meliputi kekerasan fisik, seperti
memukul, menjambak, menampar, memalak, dll, tetapi juga dapat berbentuk
kekerasan verbal, seperti memaki, mengejek, menggosip, dan berbentuk
kekerasan psikologis, seperti mengintimidasi, mengucilkan,
mendiskriminasikan. Berdasarkan sebuah survei terhadap perlakuan
bullying, sebagian besar korban melaporkan bahwa mereka menerima
perlakuan pelecehan secara psikologis (diremehkan). Kekerasan secara
fisik, seperti didorong, dipukul, dan ditempeleng lebih umum di kalangan
remaja pria.
Menurut data PACER Center (organisasi
yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup anak dengan keterbatasan), di
Amerika Serikat setiap tahun ada 3,2 juta anak yang jadi korban bullying, dan lebih dari 160.000 anak membolos setiap hari karena trauma dengan teror yang diterimanya di sekolah.
Bullying sebagai suatu tindakan yang
mengganggu orang lain, bisa secara fisik, verbal, atau emosional.
Bullying sering kali terlihat sebagai perilaku pemaksaan atau usaha
menyakiti secara fisik ataupun psikologis terhadap seseorang atau
kelompok yang lebih ”lemah” oleh seseorang atau sekelompok orang yang
mempersepsikan dirinya lebih ”kuat”.

Perbuatan pemaksaan atau menyakiti ini
terjadi di dalam sebuah kelompok, misalnya kelompok murid di sekolah.
Bisa saja bentuknya adalah tindakan memukul, mendorong, mengejek,
mengancam, memalak uang, melecehkan, menjuluki, meneror, memfitnah,
menyebarkan desas-desus, mendiskriminasi, dan lain sebagainya. Kini,
bullying tidak hanya dapat dilakukan secara tatap muka, tetapi bisa
lewat e-mail, chatting, internet yang berisi pesan-pesan yang
menyinggung perasaan orang lain.
Bullying adalah penggunaan kekuasaan atau
kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang, suatu
perilaku mengancam, menindas, dan membuat perasaan orang lain tidak
nyaman. Tindakan ini dilakukan dalam jangka waktu sekali, berkali-kali,
bahkan sering atau menjadi sebuah kebiasaan. Berarti, sebenarnya
bullying adalah tindakan kekerasan yang tidak hanya terbatas terjadi di
antara para murid di sekolah, siapa pun dan di mana pun dapat mengalami
tindakan ini.

- Fisik Muncul lebam, tergores, atau luka yang tak bisa dijelaskan. Baju dan barang bawaan robek atau rusak.
- Psikosomatis Nyeri yang tidak spesifik, sakit kepala, sakit perut, atau muncul sariawan.
- Perilaku Terkait Sekolah Rasa takut saat berangkat atau pulang sekolah. Perubahan rute ke sekolah. Takut naik bus atau angkutan umum. Minta diantarkan ke sekolah. Tidak mau sekolah atau kehilangan gairah belajar. Pelajaran dan tugas sekolah mulai merosot. Sepulang sekolah anak kelaparan karena uang jajan dipalak atau diminta secara paksa oleh orang lain. Minta uang tambahan atau mencuri uang untuk diberikan kepada pem-bully.
- Perubahan Dalam Perilaku Sosial Jumlah teman berkurang. Tidak ingin keluar rumah. Jarang diundang teman untuk datang ke rumah mereka.
- Indikator Emosional Terlihat kesal, mudah marah, tidak bahagia, sendirian, mudah menangis, tertekan, memisahkan diri dari lingkungan, dan depresi. Berpikir untuk bunuh diri dan perubahan suasana hati atau mood yang negatif.
- Terjadi Perubahan Perilaku yang Mengkhawatirkan Susah makan atau malah terlalu banyak makan. Sulit tidur, mimpi buruk, mengompol, menangis saat tidur.
- Indikator Kesehatan yang Memburuk Mudah lelah atau melorot kondisi fisiknya. Menjadi rentan terhadap infeksi dan mudah kambuh penyakitnya. Mengancam atau ingin bunuh diri
- Para siswa yang merasa tidak aman di sekolah
- Rasa tidak memiliki dan ketidakadaan hubungan dengan masyarakat sekolah
- Ketidakpercayaan di antara para siswa
- Pembentukan gang formal dan informal sebagai alat untuk menghasut tindakan bullying atau melindungi kelompok dari tindak bullying
- Tindakan hukum yang diambil menentang sekolah yang dilakukan oleh siswa dan orang tua siswa
- Turunnya reputasi sekolah di masyarakat
- Rendahnya semangat juang staf dan meningginya stress pekerjaan
- Iklim pendidikan yang buruk
- Pelaku utama Pelaku utama adalah pihak yang merasa lebih berkuasa dan berinisiatif melakukan tindak kekerasan baik secara fisik maupun psikologis terhadap korban
- Pelaku pengikut Pelaku pengikut, yaitu pihak yang ikut melakukan bullying berdasarkan solidaritas kelompok atau rasa setia kawan, konformitas, tuntutan kelompok, atau untuk mendapatkan penerimaan atau pengakuan kelompok.
- Saksi Di luar pihak pelaku dan korban sebenarnya ada sekelompok saksi, dimana saksi ini biasanya hanya bisa diam membiarkan kejadian berlangsung, tidak melakukan apapun untuk menolong korban, bahkan seringkali mendukung perlakuan bullying. Saksi cenderung tidak mau ikut campur disebabkan karena takut menjadi korban berikutnya, merasa korban pantas dibully, tidak mau menambah masalah atau tidak mau tahu.
- Perjalanan seorang anak tumbuh menjadi remaja pelaku agresi cukup kompleks, dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor; biologis, psikologis dan sosialkultural. Secara biologis, ada kemungkinan bahwa beberapa anak secara genetik cenderung akan mengembangkan agresi dibanding anak yang lain. Dalam bukunya Developmental Psychopathology, Wenar & Kerig (2002) menambahkan bahwa agresi yang tinggi pada anak-anak dapat merupakan hasil dari abnormalitas neurologis.
- Secara psikologis, anak yang agresif kurang memiliki kontrol diri dan sebenarnya memiliki ketrampilan sosial yang rendah; anak-anak ini memiliki kemampuan perspective taking yang rendah, empati terhadap orang lain yang tidak berkembang, dan salah mengartikan sinyal atau tanda-tanda sosial, mereka yakin bahwa agresi merupakan cara pemecahan masalah yang tepat dan efektif. Jika kita runut dari lingkungan keluarga, anak-anak yang mengembangkan perilaku agresif tumbuh dalam pengasuhan yang tidak kondusif; anak mengalami kelekatan (attachment) yang tidak aman dengan pengasuh terdekatnya, orang tua menerapkan disiplin yang terlalu keras ataupun terlalu longgar, dan biasanya ditemukan masalah psikologis pada orang tua; konflik suami-istri, depresi, bersikap antisosial, dan melakukan tindak kekerasan pada anggota keluarganya.
- Faktor pubertas dan krisis identitas, yang normal terjadi pada perkembangan remaja. Dalam rangka mencari identitas dan ingin eksis, biasanya remaja lalu gemar membentuk geng. Geng remaja sebenarnya sangat normal dan bisa berdampak positif, namun jika orientasi geng kemudian ’menyimpang’ hal ini kemudian menimbulkan banyak masalah. Dari relasi antar sebaya juga ditemukan bahwa beberapa remaja menjadi pelaku bullying karena ’balas dendam’ atas perlakuan penolakan dan kekerasan yang pernah dialami sebelumnya (misalnya saat di SD atau SMP).
- Secara sosiokultural, bullying dipandang sebagai wujud rasa frustrasi akibat tekanan hidup dan hasil imitasi dari lingkungan orang dewasa. Tanpa sadar, lingkungan memberikan referensi kepada remaja bahwa kekerasan bisa menjadi sebuah cara pemecahan masalah. Misalnya saja lingkungan preman yang sehari-hari dapat dilihat di sekitar mereka dan juga aksi kekerasan dari kelompok-kelompok massa. Belum lagi tontotan-tontonan kekerasan yang disuguhkan melalui media visual. Walaupun tak kasat mata, budaya feodal dan senioritas pun turut memberikan atmosfer dominansi dan menumbuhkan perilaku menindas.
- Terdapat berbagai dampak yang ditimbulkan akibat bullying. Dampak yang dialami korban bullying tersebut bukan hanya dampak fisik tapi juga dampak psikis. Bahkan dalam kasus-kasus yang ekstrim seperti insiden yang terjadi, dampak fisik ini bisa mengakibatkan kematian.
- Dampak Jangka Panjang Hilda (2009) menjelaskan bullying tidak hanya berdampak terhadap korban, tapi juga terhadap pelaku, individu yang menyaksikan dan iklim sosial yang pada akhirnya akan berdampak terhadap reputasi suatu komunitas. Terdapat banyak bukti tentang efek-efek negatif jangka panjang dari tindak bullying pada para korban dan pelakunya. Pelibatan dalam bullying sekolah secara empiris teridentifikasi sebagai sebuah faktor yang berkontribusi pada penolakan teman sebaya, perilaku menyimpang, kenalakan remaja, kriminalitas, gangguan psikologis, kekerasan lebih lanjut di sekolah, depresi, dan ideasi bunuh diri. Efek-efek ini telah ditemukan berlanjut pada masa dewasa baik untuk pelaku maupun korbannya
- Gangguan Emosi Korban biasanya akan merasakan berbagai emosi negatif, seperti marah, dendam, tertekan, takut, malu, sedih, tidak nyaman, terancam, tetapi tidak berdaya menghadapinya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengembangkan perasaan rendah diri dan tidak berharga. Bahkan, tak jarang ada yang ingin keluar dan pindah ke sekolah lain. Apabila mereka masih bertahan di situ, mereka biasanya terganggu konsentrasi dan prestasi belajarnya atau sering sengaja tidak masuk sekolah.
- Dampak Psikologis Dampak psikologis yang lebih berat adalah kemungkinan untuk timbulnya masalah pada korban, seperti rasa cemas berlebihan, selalu merasa takut, depresi, dan ingin bunuh diri.
- Konsentrasi Belajar Terganggu Hasil studi yang dilakukan National Youth Violence Prevention Resource Center Sanders (2003; dalam Anesty, 2009) menunjukkan bahwa bullying dapat membuat remaja merasa cemas dan ketakutan, mempengaruhi konsentrasi belajar di sekolah dan menuntun mereka untuk menghindari sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang lama, dapat mempengaruhi self-esteem siswa, meningkatkan isolasi sosial, memunculkan perilaku menarik diri, menjadikan remaja rentan terhadap stress dan depreasi, serta rasa tidak aman. Dalam kasus yang lebih ekstrim, bullying dapat mengakibatkan remaja berbuat nekat, bahkan bisa membunuh atau melakukan bunuh diri (commited suicide).
- Depresi dan Marah Terhadap Diri sendiri Coloroso (2006) mengemukakan bahayanya jika bullying menimpa korban secara berulang-ulang. Konsekuensi bullying bagi para korban, yaitu korban akan merasa depresi dan marah, Ia marah terhadap dirinya sendiri, terhadap pelaku bullying, terhadap orang-orang di sekitarnya dan terhadap orang dewasa yang tidak dapat atau tidak mau menolongnya. Hal tersebut kemudan mulai mempengaruhi prestasi akademiknya. Berhubung tidak mampu lagi muncul dengan cara-cara yang konstruktif untuk mengontrol hidupnya, ia mungkin akan mundur lebih jauh lagi ke dalam pengasingan.
- Gangguan Akademik Sekolah Terkait dengan konsekuensi bullying, penelitian Banks (1993, dalam Northwest Regional Educational Laboratory, 2001; dan dalam Anesty, 2009) menunjukkan bahwa perilaku bullying berkontribusi terhadap rendahnya tingkat kehadiran, rendahnya prestasi akademik siswa, rendahnya self-esteem, tingginya depresi, tingginya kenakalan remaja dan kejahatan orang dewasa. Dampak negatif bullying juga tampak pada penurunan skor tes kecerdasan (IQ) dan kemampuan analisis siswa. Berbagai penelitian juga menunjukkan hubungan antara bullying dengan meningkatnya depresi dan agresi.
- Paling ideal adalah apabila ada kebijakan dan tindakan terintegrasi yang melibatkan seluruh komponen mulai dari guru, murid, kepala sekolah, sampai orangtua, yang bertujuan untuk menghentikan perilaku bullying dan menjamin rasa aman bagi korban.
- Program anti-bullying di sekolah dilakukan antara lain dengan cara menggiatkan pengawasan dan pemberian sanksi secara tepat kepada pelaku, atau melakukan kampanye melalui berbagai cara. Memasukkan materi bullying ke dalam pembelajaran akan berdampak positif bagi pengembangan pribadi para murid.
- Untuk mencegah dan menghambat munculnya tindak kekeraran di kalangan remaja, diperlukan peran dari semua pihak yang terkait dengan lingkungan kehidupan remaja.
- Sedini mungkin, anak-anak memperoleh lingkungan yang tepat. Keluarga-keluarga semestinya dapat menjadi tempat yang nyaman untuk anak dapat mengungkapkan pengalaman-pengalaman dan perasaan-perasaannya. Orang tua hendaknya mengevaluasi pola interaksi yang dimiliki selama ini dan menjadi model yang tepat dalam berinteraksi dengan orang lain.
- Berikan penguatan atau pujian pada perilaku pro sosial yang ditunjukkan oleh anak. Selanjutnya dorong anak untuk mengambangkan bakat atau minatnya dalam kegiatan-kegiatan dan orang tua tetap harus berkomunikasi dengan guru jika anak menunjukkan adanya masalah yang bersumber dari sekolah.
- Selama ini, kebanyakan guru tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi di antara murid-muridnya. Sangat penting bahwa para guru memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai pencegahan dan cara mengatasi bullying.
- Kurikulum sekolah dasar semestinya mengandung unsur pengembangan sikap prososial dan guru-guru memberikan penguatan pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Sekolah sebaiknya mendukung kelompok-kelompok kegiatan agar diikuti oleh seluruh siswa. Selanjutnya sekolah menyediakan akses pengaduan atau forum dialog antara siswa dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, dan membangun aturan sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bullying.
- Jangan anggap remeh Masih banyak orangtua yang menganggap kakak kelas mengintimidasi adik kelas sebagai sebuah tradisi, demikian juga perlakuan kasar yang diterima anak dari temannya sering diabaikan karena akan berlalu seiring dengan waktu. Saatnya untuk mengubah pandangan tersebut. Jalin komunikasi yang dalam dengan anak, berilah perhatian lebih bila anak tiba-tiba murung dan malas ke sekolah.
- Ajari anak untuk melindungi dirinya Ajari anak untuk bersikap self defense dalam arti menhindari diri dari korban atau pelaku kekerasan. Katakan kepadanya, “Kalau kamu dipukul temanmu, kamu harus memberitahukan kepada Ibu Guru.” Bukan malah mengajarkan perilaku membalas atau menggunakan kekuatan dalam mempertahankan diri. Selain itu, ajarkan pula untuk bersikap asertif atau mengatakan “tidak” terhadap hal-hal yang memang seharusnya tidak dilakukan. Selain itu, jangan biasakan anak membawa barang mahal atau uang berlebih ke sekolah karena bisa berpotensi menjadi incaran pelaku bullying. Pupuk kepercayaan diri anak, misalnya dengan aktif mengikuti kegiatan ekskul.
- Bina relasi dengan guru dan orangtua murid Bina relasi dan komunikasi yang baik dengan guru di sekolah atau orangtua murid lainnya. Anda bisa mendapatkan informasi adanya kasus bullying atau melaporkan kepada guru bila si kecil bercerita mengenai temannya yang dipukul, misalnya.
- Beri kesempatan agar anak mau mengomunikasikan secara terbuka kepada orangtua, guru, atau orang dewasa lain yang mereka percaya dapat membantu mereka. Pupuk kedekatan hubungan, hargai perasaannya jika sedang curhat, tidak menyelamatkannya dari emosi negatif, tetapi berdayakan dia. Mengalami kondisi sulit akan membentuk daya tahan baginya.
- Katakan kepada anak bahwa tidak ada satu pun cara yang paling tepat untuk menghadapi bullying, satu cara yang terlihat benar bagi seseorang mungkin tidak sesuai untuk yang lain. Yang penting adalah bahwa anak sudah mencoba, mengetahui berbagai pilihan cara, dan dapat memutuskan siapa yang dapat membantunya sejauh ini. Saran untuk mengabaikan tindakan pelaku bisa saja diberikan, tetapi tidak selalu berhasil. Perlu dilakukan strategi lainnya.
- Latih anak untuk berani bicara, dengan kata lain bertindak asertif. Biarkan pelaku tahu bahwa anak tidak nyaman dengan perlakuannya, tetapi dengan kata-kata yang tidak balik menyakiti dan tidak membiarkan tindakan bullying terus berlangsung. Anak sebagai korban memiliki hak untuk membela diri, dan ada cara cerdas untuk melakukannya. Pastikan anak berbicara dengan cara yang memecahkan masalah dan tidak menciptakan lebih banyak masalah dengan orang lain.
- Bertindak percaya diri: tegakkan kepala dan bahu, tataplah mata pelaku tanpa bermaksud menantang dan jaga suara agar tetap stabil saat berbicara. Bertindak percaya diri akan membantu anak merasa lebih percaya diri.
- Menjauh: jika rasa percaya diri anak memudar, minta anak menjauh dari situasi tersebut.
- Usahakan tetap tenang: anak dilatih untuk mencoba berekspresi terganggu atau bosan. Jangan biarkan si pelaku tahu dia berhasil mengganggunya.
- Mendinginkan diri: dengan minum atau memercikkan air di wajah untuk membantu menenangkan perasaan panas.
- Bernapas dalam-dalam. Menarik napas untuk memasukkan rasa percaya diri dan kekuatan, dan mengeluarkan perasaan stres dan khawatir.
- Lepaskan saja: berpikir tentang orang dewasa di sekolah yang dapat mendengarkan dan membantu jika anak mengalami hari yang berat. Jika tidak ada, tuliskan perasaan sehingga anak dapat membicarakannya ketika sampai di rumah.
- Latih anak agar tidak mencoba untuk membalas dendam, karena dua kesalahan tidak membuat menjadi benar. Tidak meminta orang lain untuk berpihak, karena hanya akan terus melanjutkan pertengkaran. Tidak tinggal di rumah untuk menghindari si pengganggu di sekolah. Jangan bertindak histeris-hindari berteriak, merengek, dan kehilangan kontrol.
Langganan:
Komentar (Atom)